Minggu, 18 Juli 2010

Benarkah Benua Atlantis Yang Hilang Itu, Indonesia?


MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Konteks Indonesia
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, "Amicus Plato, sed magis amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran."

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.

Makan Siang Yang Sehat

1. Ikan adalah pilihan sehat saat makan di luar. Pilih salmon dan tuna (filet lebih baik) untuk menambahkan asam lemak omega-3 pada diet anda. Kedua jenis ikan ini termasuk lemak tak jenuh ganda yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Anda juga bisa mendapatkan omega-3 dalam cemilan kacang walnut atau edamame.

2. Hindari makanan yang digoreng dan menambah keju. Makanan di food court atau kafe umumnya mengandung banyak lemak jenuh, kolesterol, sodium, dan kalori. Lemak jenuh dan kolesterol umumnya terdapat dalam daging, makanan olahan susu, santan, dan mentega. Kelebihan kolesterol dan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol.

3. Makanan yang diawetkan dan diasap umumnya mengandung sodium (garam) tinggi. Contohnya saus koktil, saus teriyaki, kecap, atau msg.

4. Kurangi hobi makan - makanan yang digoreng, diolah dengan mentega, keju, atau disemur. Pilih makanan yang dipanggang, direbus, dibakar, atau dikukus.

5. Jika anda makan steak, mintalah agar french fries diganti dengan sayuran. Buang kulit pada ayam. Jauhkan menteganya. Minumlah teh, dan bukannya kopi dengan krim. Jika ingin minum kopi, tambahkan susu rendah lemak, bukan krim.

6. Makanan di restoran umumnya berporsi besar. Jangan habiskan makanan ini sendiri. Ajak teman atau pasangan anda berbagi. Jika teman perempuan anda ingin memilih menunya sendiri, minta pelayan untuk menyisihkan separuh makanan ke dalam kotak untuk anda bawa pulang.

7. Jika anda menikmati makanan china, pilih seafood yang dikukus atau ditumis, ayam, tahu, dan sayuran. Hindari pangsit goreng, ayam goreng, babi asam manis, atau egg roll. Makanan-makanan ini biasanya menggunakan banyak minyak, sodium, dan msg.

8. Pasta memang makanan italia yang paling lezat. Namun hidangan pasta mengandung banyak kalori dan lemak jenuh. Pilih pasta dengan saus yang ringan, seperti primavera (sayuran), marsala (anggur, jamur, daging sapi), marinara (tomat, bawang), atau saus kerang. Menurut persatuan perawat hindari saus cream atau keju (seperti alfredo), calamari, atau pasta apa pun yang dibalut keju.

9. Anda penggemar pizza? Pesanlah pizza yang rotinya tipis, dengan topping sayuran dan tambahan saus. Kurangi topping kejunya. Anda boleh menikmati dua slice pizza, sisanya bisa anda bawa pulang untuk dibagi kepada keluarga.

10. Makanan thailand umumnya menawarkan saus yang sehat dan sayuran segar. Namun makanan ini diolah dengan minyak atau santan yang mengandung lemak jenuh. Pilih dimsum, sup asam, mie pad thai, tumis sayuran, dan nasi ketan. Hindari lumpia goreng, kari ayam, dan bebek.



Selasa, 22 Juni 2010

Benarkah Piramida & Borobudur Dibangun dengan Bantuan Alien?


Banyak orang telah mengenal piramida. Piramida adalah bangunan modern pada masa purba yang terdapat di Mesir. Bangunan ini disusun bertingkat, makin ke atas makin kecil. Piramida terdiri atas ribuan bongkahan batu. Tiap batu mempunyai berat sekitar dua ton. Diperkirakan berat sebuah piramida mencapai jutaan ton. Bila dideretkan maka panjang batu pada piramida Cheops, piramida terbesar di Mesir, melebihi panjang pantai Amerika dari utara ke selatan.


Bagaimana membuat piramida, berapa lama waktu untuk menyelesaikannya, dan berapa banyak orang yang mengerjakannya? Sejak lama para pakar masih belum bisa memberikan jawaban memuaskan. Hanya sebagian misteri yang berhasil diungkapkan, antara lain oleh arkeolog Inggris Howard Carter terhadap makam Tutankhamen di dalam sebuah piramida. Carter dan tim ekspedisinya menemukan terowongan berikut tangga yang tersusun rapi dan sejumlah catatan tertulis. Di dalam terowongan itu terdapat makam raja dan keluarganya yang mayatnya sudah diawetkan (mumi). Perhiasan emas, prasasti yang berisi kutukan, dan gambar dinding. Perlu waktu puluhan tahun untuk melakukan ekskavasi di sini.


Eksperimen Banyak pakar menduga piramida dibangun dari bagian bawah terus ke atas. Tangga naik, untuk meletakkan batu-batu di atasnya, menggunakan punggung bukit. Setelah bagian tertinggi rampung, maka bukit tersebut dipangkas habis. Dengan demikian yang tersisa hanyalah piramida.


Yang masih sukar diperkirakan adalah bagaimana membawa batu seberat dua ton ke atas. Kalau dengan kerekan, berapa besar kerekannya? Kalau dengan batang pohon, bagaimana menggelindingkan batu yang demikian berat itu? Masalahnya, salah perhitungan sedikit saja, nyawa terancam melayang. lni karena bentuk piramida Mesir sangat landai, tidak berundak sebagaimana piramida Amerika Selatan.


Ditafsirkan, piramida dikerjakan selama berpuluh-puluh tahun. Bahan bangunan kemungkinan besar berasal dari sepanjang sungai Nil dan daerah-daerah di sekitar tempat piramida berdiri. Beberapa tahun lalu pakar-pakar Jepang, Prancis, dan negara-negara maju pemah melakukan eksperimen untuk membuat piramida tiruan. Mereka menggunakan alat-alat berat dan alat-alat modern, termasuk helikopter sebagai alat pengangkut batu.


Pada tahap pertama. mereka mengawalinya dari bagian bawah. Ternyata pembangunan piramida tidak rampung. Begitu pula ketika dimulai dari bagian atas. Mengapa teknologi masa kini tidak mampu menyaingi teknologi purba? Benarkah pekerja-pekerja Mesir dulu dibantu tenaga gaib para jin dan dewa sehingga berhasil mendirikan bangunan supermonumental itu?


Piramida Mesir tidak dibuat sembarangan. Ada kaidah-kaidah tertentu yang harus ditaati. Pada bagian atas piramida terdapat sebuah lubang. Lubang ini menghadap ke arah matahari terbit. Hal ini tentu dimaklumi karena bangsa Mesir purba menganggap dewa Ra (Matahari) sebagai dewa tertinggi. Uniknya, bila bentuk piramida direbahkan ke atas tanah, maka sudut-sudutnya tepat berada di garis lingkaran. Dengan adanya bentuk demikian disimpulkan bahwa pembangunan piramida direncanakan dengan teliti. Apalagi bayangan matahari pada piramida tadi menunjukkan musim-musim yang ada di tanah Mesir.


Menurut sejumlah ahli Egyptotogi (pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Mesir), makna simbolis pada piramida begitu besar. Tulisan-tulisan hieroglif menyiratkan ada unsur magis pada bangunan itu.


Candi Borobudur

Candi Borobudur Tahun 1930-an W.O.J. Nieuwenkamp pernah memberikan khayalan ilmiah terhadap Candi Borobudur. Didukung penelitian geologi, Nieuwenkamp mengatakan bahwa Candi Borobudur bukannya dimaksud sebagai bangunan stupa melainkan sebagai bunga teratai yang mengapung di atas danau. Danau yang sekarang sudah kering sama sekali, dulu meliputi sebagian dari daerah dataran Kedu yang terhampar di sekitar bukit Borobudur.

Foto udara daerah Kedu memang memberi kesan adanya danau yang amat luas di sekeliling Candi Borobudur. Menurut kitab-kitab kuno, sebuah candi didirikan di sekitar tempat bercengkeramanya para dewa. Puncak dan lereng bukit, daerah kegiatan gunung berapi, dataran tinggi, tepian sungai dan danau, dan pertemuan dua sungai dianggap menjadi lokasi yang baik untuk pendirian sebuah candi.


Candi Borobudur didirikan dekat pertemuan Sungai Eto dan Progo di dataran Kedu. Tanpa bantuan peta sulit bagi kita sekarang untuk mengenali kedua sungai itu. Untuk menentukan lokasi candi mutlak diperlukan pengetahuan geografi dan topografi yang benar-benar handal. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur dianggap benar-benar luar biasa. Bahan dasarnya adalah batuan yang mencapai ribuan meter kubik jumlahnya. Sebuah batu beratnya ratusan kilogram. Hebatnya, untuk merekatkan batu tidak digunakan semen. Antarbatu hanya saling dikaitkan, yakni batu atas-bawah, kiri-kanan, dan belakang-depan.


Yang mengagumkan, bila dilihat dari udara, maka bentuk Candi Borobudur dan arca-arcanya relatif simetris. Kehebatan lain, di dekat Candi Borobudur terdapat Candi Mendut dan Candi Pawon. Ternyata Borobudur, Mendut, dan Pawon jika ditarik garis khayal, berada dalam satu garis lurus. Maka kemudian orang mereka-reka bahwa pembangunan Candi Borobudur juga dibantu para jin, dewa, dan "orang pintar" lainnya.


Angkasa Luar

Tahun 1970-an muncul Erich von Daniken, seorang pengarang fiksi ilmiah (science fiction), yang bukunya sangat populer. Beberapa karyanya seperti Kereta Perang Para Dewa, Kembalinya Bintang-Bintang, Emas Para Dewa, Mencari Dewa-Dewa Kuno, dan Mukjizat Para Dewa berhasil membius jutaan pembacanya dengan khayalan yang sulit dipercaya namun dapat juga dicerna akal sehat.

Di dataran tinggi Nazca (Peru), demikian awal kisah, terdapat sebuah lajur tanah rata yang panjangnya lebih dari 50 kilometer. Para arkeolog menafsirkannya sebagai "jalan raya bikinan bangsa Inca". Namun von Daniken menganggapnya sebagai "landasan bandar udara untuk melayani penerbangan antarbintang", apalagi dia berhasil mengaitkannya dengan sejumlah temuan arkeologi.

Dengan imajinasinya von Daniken mengatakan pasti ada planet lain yang dihuni oleh makhluk sejenis manusia. Penghuni planet itu adalah makhluk-makhluk yang kecerdasan otak dan peradabannya melebihi manusia biasa. Berpuluh-puluh ribu tahun yang lalu makhluk-makhluk ini berkunjung ke bumi mengendarai wahana antariksa yang dapat mengarung angkasa dengan kecepatan supertinggi. Ternyata khayalan von Daniken didukung oleh berbagai tinggalan arkeologi.


Pada sebuah peta dari Istana Topkapi di Turki, tergambar benua Amerika dan Afrika dengan di bawahnya daratan Antartika di kutub selatan. Penggambaran peta demikian hanya mungkin dilakukan melalui pemotretan dari jarak jauh di angkasa. Bila dicermati peta kuno itu sama benar dengan peta bikinan Angkatan Udara AS hasil proyeksi sama jarak dari titik tolak di Mesir. Di Val Camonica (Italia) dan di Tassili (Gurun Sahara) terdapat lukisan dinding yang menggambarkan orang berpakaian seperti astronot zaman sekarang, lengkap dengan baju tebal dan helm. Bahkan helmnya menutupi seluruh kepala dan dilengkapi antena. Kalau begitu benarkah dulu pemah terjadi penerbangan angkasa luar yang dilakukan makhluk dari planet lain ke bumi?


Dalam perkembangannya makhluk dari angkasa luar itu berubah wujud menjadi tokoh dewa, sering dipuja masyarakat purba. Adanya dewa tergambar jelas dari mitologi dan berbagai kitab keagamaan di pusat-pusat kebudayaan kuno, seperti di Maya, Inca, Mesopotamia, India, Mesir, Yunani, Romawi, dan Indonesia. Dalam mitologi dan kitab keagamaan digambarkan para dewa bersemayam jauh di atas sana dan sewaktu-waktu dapat berkunjung ke bumi, baik dengan terbang secara langsung maupun menggunakan wahana antariksa.


Sampai kini kita belum dapat memberikan jawaban yang pasti apakah pembangunan piramida dan Candi Borobudur memang benar-benar dibantu makhluk dari angkasa luar ataukah keterampilan bangsa sekarang masih minim. Teori siapakah yang harus kita ikuti, teori von Daniken yang imajinatif dan bobot ilmiahnya kurang meyakinkan ataukah teori para arkeolog yang saintifik? Sayang teori yang saintifik itu masih misteri seperti halnya misteri yang masih menyelimuti piramida dan Candi Borobudur.

Minggu, 20 Juni 2010

11 CARA MUDAH UNTUK HIDUP SEHAT


1. Gunakan telinga kiri untuk berbicara di telepon
2. Jangan minum kopi lebih dari satu kali sehari
3. Jangan Minum Pil (obat) dengan air dingin
4. Jangan makan dengan porsi besar diatas jam 6 sore
5. Kurangi porsi minum teh yang anda lakukan setiap hari
6. Kurangi minyak-minyakan yang anda konsumsi
7. Minum banyak air putih di pagi hari dan kurangi di malam hari
8. Jangan menggunakan handphone ketika di-charging
9. Jangan gunakan Headphone/earphone dalam jangkawaktu yang lama
10. Waktu terbaik untuk tidur adalah mulai pukul 10 malam sampai pukul 5 pagi
11. Jangan langsung tidur setelah minum obat
12. Ketika batere handphone anda sudah terlihat digrid terakhir, usahakan jangan lagi menggunakan untuk menelpon, karena radiasi yang lebih besar.

Jumat, 18 Juni 2010

Info P3S

Untuk Anggota P3S, diharapkan partisipasi aktifnya selama proses TC berlangsung. Hal ini untuk menilai kinerja dan kelayakan yang bersangkutan mendapatkan emblem. Partisipasi aktif dan ide cemerlang adalah hal yang paling mendasar di Paskibra Larangan.

IKALIBRA-P3S
Anastasia Novianty Hamzah

Selasa, 23 Maret 2010

Inspirasi Pagi (2)

Sabar bukan berarti menghilangkan kemarahan. Sabar adalah tetap marah tetapi tidak sampai merusak diri dan merusak hubungan baik dengan orang lain.

Senin, 08 Maret 2010

Hewan Punah Yang Ditemukan Kembali

Mereka disebut “Lazarus spesies” – makhluk yang telah menghilang, kadang-kadang selama jutaan tahun, hanya untuk secara ajaib ditemukan kembali lagi di zaman modern. Spesies ini mampu bertahan. Berikut adalah daftar singkat dari 13 binatangpunah itu, yg pada kenyataannya, telah ditemukan kembali.

01. Coelacanth

Coelacanth adalah ikan urutan kuno diyakini telah punah di akhir periode Cretaceous 65juta tahun yang lalu. Itu sampai tahun 1938, ketika salah satu secara ajaib ditemukan di lepas pantai timur Afrika Selatan di dekat muara Sungai Chalumna. Berhubungan erat dengan lungfishes dan tetrapoda, coelacanth adalah kan hidup tertua diketahui ada. Mereka dapat hidup selama 100 tahun dan berenang pada kedalaman 90-100 meter.

02. Bermuda Petrel


Penemuan kembali Bermuda Petrel yang Dramatis telah menjadi salah satu kisah yang paling inspiratif dalam sejarah konservasi alam. Punah selama 330 tahun, burung-burung tidak pernah terlihat sejak tahun 1620. Kemudian, pada tahun 1951, 18 pasangan ditemukan di pulau karang terpencil di Pelabuhan Benteng. Meskipun demikian, mereka masih berjuang kepunahan hari ini dengan hanya populasi global lebih dari 250 individu.

03. Chacoan Peccary

Chacoan adalah yang spesies Marmut terbesar (berdasarkan ukuran) , seekor binatang yang menyerupai babi tetapi berasal dari benua yang berbeda dan tidak dapat dijinakkan. Chacoan peccary yang pertama kali dijelaskan pada tahun 1930 hanya didasarkan pada catatan fosil, dan dipercaya telah punah. Kemudian pada tahun 1975, para peneliti terkejut menemukan satu hidup di wilayah Chaco Paraguay. Sekarang ini ada sekitar 3.000 individu.

04. Lord Howe Island stick insect

Kadang-kadang disebut sebagai “udang tanah” atau “sosis berjalan,” the Lord Howe stick adalah serangga yg dianggap paling langka di dunia serangga. Punah sejak 1930 setelah menghapus satu-satunya yang diketahui habitat asli di Pulau Lord Howe, serangga yang besar ditemukan kembali pada 2001 ketika kurang dari 30 individu yang ditemukan hidup di bawah semak-semak di satu pulau kecil dari Bola Piramid, daerah tertinggi dan paling terpencil laut stack.

05. Monito del Monte

The Monito del Monte adalah luar biasa ajaib, bertubuh kecil berkantung diyakini telah punah selama 11 juta tahun hingga satu ditemukan di rumpun bambu Chili di selatan Andes. Makhluk yang lebih erat kaitannya dengan marsupial Australia daripada Amerika Selatan yang lain, dan kemungkinan berkaitan dengan marsupial Australia yang dikenal paling awal yang hidup 55juta tahun yang lalu.

06. La Palma giant lizard

Sampai baru-baru ini penemuan kembali pada tahun 2007, La Palma kadal raksasa ini diyakini telah punah selama sekitar 500 tahun. Ditemukan lagi sehingga baru-baru ini bahwa IUCN Red List masih daftar hewan punah. Ditemukan di daerah La Palma Kepulauan Canary, menemukan satu-satunya individu diperkirakan memiliki usia 4 tahun dan satu kaki panjang. Baru ekspedisi ke daerah saat ini direncanakan dengan harapan akan menemukan populasi berkembang biak.

07. The Takahe

The Takahe adalah pribumi burung terbang ke Selandia Baru dianggap punah setelah empat diketahui spesimen terakhir yang diambil pada 1898. Namun, setelah upaya pencarian direncanakan dengan hati-hati, burung itu ditemukan kembali pada tahun 1948 di dekat Danau Anau. Ini sangat langka, burung aneh tetap terancam hari ini, dengan hanya 225 individu yang tersisa.

08. Cuban solenodon

Ini makhluk aneh yang tampak begitu langka yang hanya 37 spesimen yang pernah tertangkap. Ini pada awalnya ditemukan pada tahun 1861, tetapi tidak ada individu yang ditemukan 1890-1974. Biasa di antara mamalia dalam bahwa air liur berbisa, Solenodon Kuba terlihat paling baru pada tahun 2003, sebuah peristiwa sehingga merayakan bahwa individu diberi nama: Alejandrito.

09. New Caledonian crested gecko

Awalnya digambarkan pada tahun 1866 dan takut lama punah, gecko yang tidak biasa ini ditemukan kembali pada tahun 1994 sebagai akibat badai tropis. Fitur yang paling aneh adalah rambut-seperti proyeksi ditemukan di atas mata dan sebuah puncak yang membentang dari masing-masing mata ke ekor. Thespecies saat ini sedang dinilai untuk perlindungan CITES dan status terancam.

10. New Holland mouse

Tikus Belanda Baru pertama kali ditemukan pada tahun 1843. Itu lenyap dari pandangan selama lebih dari satu abad sebelum penemuan kembali di Ku-ring-gai Chase Taman Nasional utara Sydney pada tahun 1967. Makhluk yang lucu masih berjuang untuk eksistensi mereka berani meskipun upaya konservasi. Salah satu penduduk Victoria yang terpencil itu musnah kebakaran hutan di Australia tahun 1983, walaupun populasi sehat masih ada di New South Wales dan Tasmania.

11. Giant Palouse earthworm

Awalnya ditemukan pada 1897, cacing raksasa ini dinyatakan punah pada 1980-an sampai tiga spesimen digali, yang paling baru pada tahun 2005. Ditemukan di negara bagian Washington Timur dan bagian Idaho, burrowers hantu ini dapat menggali sedalam 15 kaki, tumbuh hingga sepanjang 3,3 meter panjangnya, dan albino dalam penampilan.

12. Large-billed reed-warbler

Spesies ini telah dikatakan sebagai burung yang paling tidak dikenal. Hanya diketahui dari satu spesimen yang dikumpulkan pada 1867, dan diyakini telah lama punah. Kemudian di Thailand pada tahun 2006, populasi liar ditemukan dan dikonfirmasi untuk menjadi besar-billed buluh-warblers melalui pencocokan DNA spesimen yang asli. Hari ini sebagian besar burung-burung tetap menjadi misteri.

13. Laotian rock rat

Spesies ini pertama kali ditemukan untuk dijual sebagai daging di sebuah pasar di Thakhek, Khammouane, di Laos pada tahun 1996, dan dianggap sangat tidak biasa dan berbeda dari hewan pengerat lainnya hidup itu diberikan keluarga sendiri. Lalu pada tahun 2006, setelah reanalysis sistematis, adalah tikus batu Laos direklasifikasi – sangat – untuk milik keluarga fosil kuno yang diperkirakan telah punah 11 juta tahun yang lalu. Kembali perjalanan ke Laos oleh Wildlife Conservation Society telah mengungkapkan beberapa spesimen, mengangkat harapan bahwa binatang mungkin tidak jarang seperti pernah berpikir.

TAMBAHAN :
Burung Dodo


Jenis burung yang tidak dapat terbang, meskipun dari taksonomi termasuk dalam keluarga burung dara (Columbiformes, Columbidae). Struktur sayapnya yang mungil tidak memungkinkan untuk mengangkat tubuhnya tinggi di udara. Burung ini diduga berasal dari pulau kecil Mauritius yang terletak sekitar 550 mil lepas pantai timur Madagaskar.

Kepunahan burung dodo diduga karena kedatangan manusia yang membuka habitat burung ini menjadi daerah pemukiman dan lahan pertanian. Manusia tidak sendirian masuk ke pulau, tetapi membawa serta hewan-hewan mereka, terutama anjing, kucing, monyet, dan babi yang berpotensi menyerang burung ini maupun menghancurkan sarang-sarang mereka. Tikus yang merupakan hama terbawa bersama kapal yang membawa manusia ke pulau tersebut. Tikus-tikus memakan telur burung dodo, menghentikan perkembangbiakan hewan ini. Penyelidikan oleh arkeolog menunjukkan bukti-bukti bahwa tidak hanya hewan-hewan yang memangsa burung dodo tetapi manusia juga mengkonsumsinya…

sumber: http://jendralberita.wordpress.com